Kakak minta maaf kerana tidak dapat menjadi anak yang baik dan solehah sekarang. Saat ini, hati dan jiwa kakak sarat dengan noda-noda hitam yang tak mungkin dapat kakak lenyapkan dalam masa yang singkat.
Kakak dah tersilap. Kakak ingatkan kakak mampu atasi godaan dosa, tapi kakak lemah, Papa... sangat lemah... Kakak nak kuatkan iman, kakak nak berbakti kepada Papa dan Mama dan adik-adik... bawa keluarga kita ke jalan yang lurus, jalan yang diredhai-Nya... jalan yang menyelamatkan kita daripada kesesatan - jalan bahagia.
Seronok, kan, kalau kita boleh menjadi seperti keluarga bahagia yang lain... Yang tak pernah meninggalkan solat atau puasa atau lain-lain ibadah wajib secara sengaja... Yang 'normal' dan tidak berkonfrontasi sesama sendiri... Yang tidak punya konflik membinasa....?
Kakak tahu kita perlu amat bersyukur kerana kita punya keluarga kita untuk bergantung harap dan saling membantu serta menyokong dan bersama kita dalam susah dan senang kehidupan ini. Sedih kalau kita tak punya keluarga kita, kan, Papa? Anak yatim piatu menangis sendiri dan tertawa juga keseorangan - hidup berdiri di atas kaki sendiri. Selalunya 'berdikari' itu punya maksud yang sangat baik dan istimewa, tapi jika kita tak punya keluarga, ia bagaikan perkataan yang memaksa kita untuk sentiasa terasa kehilangan apa yang kita tiada.
Alhamdulillah kita punya keluarga kita, Papa. Besar betul anugerah Tuhan ini - SANGAT HEBAT!
Malangnya, keadaan sekarang bukanlah satu situasi yang kakak harapkan. Keluarga kita bagaikan semakin retak menanti belah - tak mampu untuk bersatu walau bagi suatu perkara yang sekecil kehidupan dan aktiviti bersama di hujung minggu. Semua seperti tidak peduli lagi. Hidup dan hari-hari yang dilalui hanyalah kitaran monotonous dan kebiasaan yang tidak bermakna. Setiap orang punya kehidupan sendiri - semua sudah dewasa... Tak perlu bebelan Mama atau kenangan Papa untuk menasihati keterlajakan langkah yang diatur. Kononnya!
Kami semua sedang mencuba sebenarnya, bukan kami tidak mencuba, Papa. Tapi entah di mana silapnya, segala usaha yang dicurah bagaikan tidak menjadi - sia-sia seumpama mencurah air ke daun keladi, mana mungkin daun itu menyerap air yang menimpa, ia kan kalis air...?
Tiba-tiba kakak teringat yang kakak tak pernah mengucapkan Selamat Hari Bapa kepada Papa. Maafkan kami. Kesempatan itu tidak dapat menjadi kelebihan kami dalam kehidupan ini. Peluang yang tak mungkin bakal muncul lagi... selamanya...
Doa kami tetap satu - agar Papa dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang beriman dan bertaqwa, yang sentiasa diberkati, diredhai dan disayangi oleh Allah... dan agar suatu hari nanti kita sekeluarga bakal bertemu kembali dan bersatu di 'sana' - di alam yang kekal abadi itu.
Kita tidak mungkin tahu nasib kita yang akan datang, kan Papa? Kakak harap kita sekeluarga tidak akan putus berdoa dan mengabdikan diri kepada Pemilik kita supaya mungkin dosa-dosa yang pernah, sedang atau bakal kita lakukan akan diampunkan oleh-Nya... dan kita menjadi MANUSIA YANG BAHAGIA - KELUARGA BAHAGIA.
Dan di sini, izinkan kakak menyusun sepuluh jari kerdil ini untuk memohon ampun dan maaf dengan Papa. Mungkin kakak atau Mama atau adik-adik tidak dapat peluang untuk meminta maaf secara peribadi dan langsung dengan Papa, tapi ketahuilah, Papa, bahawasanya KAMI SANGAT MERINDUI kehadiran Papa di sini.
Biarlah kita menjadi keluarga yang dysfunctional sekalipun, walau hanya untuk seketika lagi, saat-saat itu sudah cukup sempurna kerana adanya Papa.
Cukup untuk melepas rindu, cukup untuk menyatakan yang kami sangat menyayangi dan menghargai Papa walaupun dulunya kami sebenarnya sangat takut dengan kegarangan Papa.
Tak mengapa, Papa... kini kami faham yang Papa tidak sempurna...
TIADA MANUSIA YANG SEMPURNA.
[Ketidaksempurnaan itulah yang menjadikan insan seperti kita ini sebagai makhluk Allah yang istimewa. Dan Mama serta Papa sentiasa buat kami merasa bahawa kami istimewa - itulah kebenaran hakiki dalam minda kami, kami ini sentiasa istimewa walau tidak di mata dunia. And we have the two of you to thank to, our dear beloved, special, exceptional parents.
The rest of the world doesn't matter anymore because we have each other.]
Pasal Toujours Advanced Collagen Shots
10 years ago